Minggu, 31 Juli 2011

Lunturnya rasa nasionalisme



Di jaman yang semakin maju sekarang ini, kita lupa dengan para pahlawan kita yang telah berjuang demi kemerdekaan, mati-matian melawan penjajah, namun apa yang kita lakukan sekarang ini. kita sudah tak menghargai itu sekarang. Tak sengaja saya menonton sebuah layar televisi, ada seorang anak tidak hafal lagu garuda indonesia. Selama ini dia tinggal di mana ya?? di hutan, apa di indonesia? saya merasa sedih melihat satu hal seperti itu, Dan di hari kebangkitan nasional kemarin saya sengaja mengikuti upacara, karena perwakilan kelas hanya 2 orang, saya pun mendaftar diri untuk ikut upacara, saat itu upacara dilaksanakan oleh guru2, dan beberapa wakil dari kecamatan, dan 2 ABRI yang sebagai contoh panutan kita, namun ABRI itu telat, ckckckck.. patut di contoh sekali itu. Di saat murid-murid siap melaksanakan upacara, Guru2 dan kawan2 masih berada di luar sekolah, betapa sulitnya di giring agar masuk ke dalam lapangan untuk mengikuti upacara demi untuk mengenang gerakan Budi Utomo,.Siswa pun baris, dan siap, namun guru dkk masih di atur2 untuk baris yang rapih. Apakah itu patut kita contoh?? Di saat sudah siap semua seorang pemimpin yaitu 1 anggota ABRI datang Terlambat. Inikah yang patut untuk kita contoh untuk para generasi muda? beberapa waktu upacara berlalu , ada seorang guru yang datang terlambat, ckckckck,.. betapa sulitnya kita untuk melaksanakan upacara demi para pahlawan kita, Apakah kita masih memiliki rasa nasionalisme? Pesan ini untuk guru Dkk yang di atas, "Sebelum mengajarkan siswa tentang rasa nasionalisme, seharusnya kalian nilai dulu diri kalian, apakah kalian sudah memiliki rasa nasionalisme?". Agar siswa dapat pelajaran yang benar , dan tidak bingung dengan adanya kejadian di atas. Mungkin rasa nasionalisme akan timbul lagi, jika kita sudah hancur

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar